I Called it : Lovember

November, some people know it’s early start of rain season. Life might surprise you as well, yeah. Talking about surprise, it doesn’t mean always about a good thing, it could be a bad thing either.

Life is up and down, unfair, happiness, tears happen in your own life. I have lost the only thing I ever loved. Life is unfair, I said. Don’t worry, a wise man said he’s not just into you. Be patient, God will replace what was taken from you with the better one.

Time flies. And you know what is the result of being patient? It is seriously like a wise man said. Something better, more likely perfect. It brings me the real happiness. O Allah Yaa Rahman Yaa Rahim, I really feel so blessed.

Thank you, Lovember.

Alhamdulillah. I got Coldplay’s ticket concert and you! 😉

Advertisements

Cinta Beda Agama

Tuhan memang satu, kita yang tak sama.

Begitulah sepenggalan lirik dari sebuah lagu yang dinyanyikan Marcell Siahaan. Ya, cinta beda agama. Menurut pandangan orang, ada yang bilang itu sia-sia. Ada juga yang bilang itu semakin memperkaya diri sendiri dalam menghargai sesuatu.

Saya ? Menurut saya memang itu sia-sia dan dapat memahami orang lain. Saya pernah punya pengalaman dengan orang Belgia. Walaupun saya tidak pernah berjumpa secara “nyata”, namun kami menjalin hubungan. Saya muslim, dia katolik. Kami tidak terlalu religius, namun kami masih menetapkan iman kami. Tapi kami masih sayang, dahulu.

Point of view dari tulisan ini sebenarnya bukan cerita pribadi saya, saya hanya questioning sesuatu hal. Beberapa waktu lalu saya menjalani perjalanan dinas ke Denpasar, Bali. Kalian tahu, Bali memang asal dari penduduk beragama Hindu. Sesuatu hal yang menggelitik saya adalah waktu seseorang bertanya “Tidak mau cari jodoh orang Bali ?” sontak saya kaget. Dengan kalem saya menjawab “Duh, beda agama, pak. 😅”.

Jujur menurut saya, banyak laki-laki Bali yang manis, tapi ya itu, perbedaan agama antara saya dan mereka.

Kemudian bapak itu berkata kembali “Tidak apa-apa berbeda agama.”

Nah ini yang menjadi pertanyaan saya, kenapa mereka bilang tidak apa-apa pernikahan beda agama. Saya punya beberapa contoh kasus seperti tetangga saya, mereka menikah beda agama dan masih langgeng hingga usianya yang menginjak paruh baya. Serta teman saya yang menikah dengan katolik.

Ada yang bisa menjelaskan, mungkin orang Hindu? Saya hanya penasaran, namun hal ini menarik untuk diperbincangkan. 🙂

Moonlight

When you miss someone and you don’t know either (s)he misses you or not.

When you miss someone and you don’t know how to tell her/him that you miss her/him that bad.

All you do is crying, probably. Or be tough as you can be. But it has limit.
Not the sky instead. It has no limit.

Those things in the sky could tell that me, here missing him that bad. I wish the moon could do, yeah. But too bad, the moon hasn’t exist eversince me and him have time gap.

Here I am. Counting my time, my precious time. For something that I shouldn’t wait for. But I know, it taught me anything called patient.

I miss you, moonlight.

image

A Letter to Dad

Hi Dad, it’s been a long time.
I know you have been rest in peace beside our Lord.
I know you have been happy since that day.
I have been wondering if you were here, I would be the happiest daughter of course. 🙂
We would travel together, around the world.
You would kick those men who broke my heart, yeah. Hihihi.
We would spend more time together.

If I could turn back time…. I know I couldn’t. But still I wish I could. :`)

Today is your birth date. I wish nothing but hope you get the best on His side. Aamin.

And do you know, there are a lot of stars in the sky. I know you are there, showing me today, it has the beautiful sky, like you were always said that I’m beautiful.

The Stars are bright tonight
A distance is between us
And I will be OK
The worst I’ve ever seen us

I miss you so so much. I love you, pak. 🙂

*****

Sahabat Abal

Abal-abal memiliki definisi negatif, yaitu palsu atau tidak jelas.

Salam dangdut !

Dari petikan di atas ada hubungannya dengan tulisan ini.

Perkenalkan, nama saya Pandan (bukan nama sebenarnya). Terdengar aneh ? Sama seperti orangnya. 😂 Saya ini hanya seorang hamba Allah yang aku mah apa atuh, cuman kilo-kilo (baca : kacung kampret).

Baik, sudah cukup perkenalannya ya, jadi kita sudahi saja tulisan ini. (????) 😂😂

Abal, saya menyebutnya Sahabat Abal. Siapa sih mereka ? Mereka itu manusia nggak penting buat kalian, tapi penting buat saya. Jadi begini sejarahnya………

Sewaktu kami muda dan memiliki idealis tinggi (sekarang juga masih), kami berkuliah di Universitas Negeri Depok. Saya, sebagai anak Jakarta, jujur saja masih belum punya teman bermain ketika menginjak bangku perkuliahan (kasihan bangkunya diinjek. :'(). Ada sih beberapa teman SMA dulu, namun ya gitu, berbeda “aliran”  (arus saya DC–Disconnected). Namun saya menemukan orang-orang ghaib. Saya ceritakan satu per satu.

1. Sebut saja dia Bekha, begitu teman-temannya memanggilnya. Sampai saat ini saya pun nggak tau apa artinya dan sampai saat inipun saya manggil nama dia, nama aslinya. (sebut aja Pariyem, dia malu sama nama akta kelahirannya. 😂) Saya nggak tau kenal dia dari mana, mungkin connected sama kesomplakan otak kali ya. Yaudah tiba-tiba aja nempel kaya upil. Dia ini orang Aceh, kelamaan tinggal di Depok dan masih nyari jodoh orang Aceh. Jadi, kalau ada yang berminat bisa kontak saya di nomor di bawah ini, fee 2.5% dari harta kekayaan kamu ya kalau berhasil. 😂 Dia ini orangnya easy going, cenderung santai. Dia dinobatkan sebagai babu karena memang cocok sekali dalam melaksanakan tugas rumah tangga maupun tugas momong anak. Kalau ada yang butuh baby sitter bisa kontak saya. Dia selain jadi baby sitter juga bisa jadi babu. Fee-nya bisa dinego lah. 😂 Kegalauan dia hanya satu, jodoh. Ingat, jodoh pasti berlalu kaya gue nunggu bus 63 nggak datang-datang. 😭.  Pokoknya dia ibu rumah tangga- soon-to be lah. Silahkan biro jodohnya bisa kontak saya. Hahahahhaa.

2. Mamak Ros, bukan nama sebenarnya (nama aslinya Markonah, lagi-lagi dia malu sama nama aktanya 😂), yang saya ingat pertama kali saya merasa “tek-tok” sama beliau ini (saya harus memanggil beliau karena lebih tua dari saya. Hahahaa) adalah saat kuliah Gizi Kuliner. Ketika mau ujian, kita belajar bersama (tentunya sama Bekha juga) dengan metode mengingat, walaupun ingatan kami rapuh semua. Hahahahaha. Hal paling menarik dari pembelajaran ini adalah saat menghafal kuliner dari Daerah Canton (whereas Hong Kong) yang terkenal dengan makanan babik! Anjing! – nya. Tenang ! Kami tidak saling mengumpat atau mencemooh. Hahahahahaah. Sudah, karena hal itu aja, jadi merasa klop. Orang ini memang dewasa, buktinya dia menikah duluan di antara kami berdua. Hahahaha. Punya jiwa keibuan seperti Bekha, namun sangat sembrono.

Begitulah alkisah bagaimana kami berkenalan dan saling kenal. Jujur, kita jarang sekelas, apalagi setelah penjurusan, kami semua berbeda jurusan. Saya jurusan Ulujami, Bekha jurusan Depok, Mak Ros jurusan Cijantung. Ketika lulus kuliah, kita hanya bertemu mungkin setahun sekali (yang kumpul benar-benar bertiga ya, plus 1 atau 2 deh sama lakik dan anaknya si emak. Pernah pawai sirkus bahkan. 😂). Karena intensitas pertemuan yang sangat minim ini makanya kami menamakan Sahabat Abal. Ngakunya sahabat, tapi kenapa ketemuan aja setahun sekali, pas lebaran lagi. Hahaha. Tapi jangan terpengaruh dengan nama grupnya, dibalik keabalan ini masing-masing punya kelebihannya (walaupun kekurangannya lebih dominan). Si emak is getting wiser, si Bekha is not shy anymore (with some other guys ;)). Me ? Still stuck with Nico. Hahahahaha.

Saya cuman ingin berterima kasih pada mereka, makanya saya nulis ini. Setiap perasaan down, ingatnya Tuhan (edisi insyaf). Mereka menghiburnya. Kebanyakan sampahnya, but it seriously made my day!

Mudah-mudahan kita tetap berteman hingga anak-anak kita kelak. Walaupun nanti saya di mana, kamu di sono, situ di mari, terima kasih atas teknologi yang selalu mendekatkan kita.

Till death do us part! ❤

P.S : untuk Sahabat Abal saja. Jangan dimasukan ke hati, tapi di mulut aja biar dikunyah.

Love at the First Skype

StrangerHi I’m a man (24) from Belgium and you?
Youam 23 F from Indonesia.
StrangerWhat’s you nameN
Stranger: ?
YouPandan.
YouYours?
StrangerNice to meet you I’m Nico.

**********

It has been 3 years since our first conversation done. It is quite long and complicated story between me and him.  No love story, more drama. Heheheh, not quitely sure.

My name is Pandan. Living in Jakarta, Indonesia, were born and raised in the muslim family is so particularly in here.

And he is Nicolas. A Caucasian guy living in Namur, Belgium, French speaker and raised in the catholic family.

Yes, love at first Skype. I have made video call with him and I found him good looking. But still, I couldn’t ask for more, he is my friend.

Until one day he told me that he loves me. Alright, we have been trap in long distance relationship. Ups and downs, tears and laughter, smiles and frown have been written to our story, until now.

I know it has been 3 years, we can’t be together. Too much boundaries that we have. What’s the matter with religion? Can we speak in our generally languange? We’re thousand miles away apart. So what? Whatever.

He has a girlfriend now, well I am fine. But I know we still stay the same, love each other. 🙂

I know you, but we have never met.