How to Apply Japan Visa – for Indonesian (non e-passport holder)ย 

Holla! Kembali lagi dengan mbak yang hobi mingle sama Pringles dan masih saja single! (curhat. ๐Ÿ˜ญ)

Posting blog kali ini, gue mau informasiin apa saja kelengkapan untuk apply visa Jepang untuk rakyat Indonesia. (caelah wahai rakyatku. ๐Ÿ˜‚)

Emang ke Jepang masih pakai visa, mbak? Iyah, paspor yang gue punya masih bukan e-paspor, jadi harus submit visa. Eit, tapi bagi pemilik e-paspor juga harus submit visa kok, namun tidak berbayar dan tidak banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Tapi gue ngga tau deh apa visa waiver (e-paspor holder) ada stiker visanya atau tidak (ternyata ada stickernya-baru tau barusan pas di kedutaan ๐Ÿ˜‚). Daripada sok tau ๐Ÿ˜‚, mending langsung saja kita bahas satu per satu sampai akar-akarnya!

1. Kamu harus mempunyai paspor (anak SD juga tau mbak!) yang masih aktif maksimal 6 bulan sebelum keberangkatan.

Seperti yang gue ungkapkan rasa sayang sebelumnya, pastikan paspor kalian berada di zona nyaman, yaitu aktif maksimal 6 bulan dari masa berlaku DARI TANGGAL KEBERANGKATAN. Dicatat, dari tanggal keberangkatan, karena apabila ketika kamu berangkat masa berlaku kurang dari 6 bulan, chance untuk di deportasi semakin meningkat. Nggak mau kan udah bayar tiket, bayar hotel, berpikiran senang-senang di sana eh malah di deportasi? ๐Ÿ˜Š #amitamitjabangbeybeh

2. Download, print dan isi form visa Jepang yang ada di website ini

Berbeda dengan India, isi aplikasi visa boleh dengan tulisan tangan, tapi jangan dengan bahasa Sansekerta. ๐Ÿ˜‚ Isi setiap inch aplikasi, walaupun kalian booking 3 hotel selama perjalanan, tulis saja di sana, dimuat-muatin, dipepetin. Lebih baik menggunakan huruf kapital semua agar mudah dibaca petugas visa-nya. ๐Ÿ˜

Karena saya ke Jepang tanpa adanya sponsor, jadi kolom di halaman kedua yang berisi Invitee dan Guarantor saya isi N/A. eit, jangan lupa tanda tangan! ๐Ÿ˜‚

Eit satu lagi, jangan lupa tempel foto terbaik kamu dengan ukuran 4.5 cm x 4.5 cm berwarna dengan latar putih ya!

3. Sertakan bukti tiket pesawat round trip

Nggak hanya tiket pesawat, kalau kalian naik kapal laut juga bisa. (mau sampai kapan sampai Jepang, mbak? ๐Ÿ˜ญ) Harus pergi pulang yah, biasa, menjamin tidak ada imigran gelap di Jepang.

4. Download dan buat itinerary dengan template yang sudah ada di sini.

Buat itinerary semasuk akal mungkin, dan simple saja tidak usah njelimet. Seperti hanya menyebutkan daerah yang ingin dikunjungi saja sudah cukup. ๐Ÿ˜‰

5. Kalau kamu bepergian dengan keluarga (ayah, ibu, suami, istri, adik, kakak, dll), lampirkan serta fotokopi kartu keluarga yang membuktikan bahwa kamu sekeluarga.

Jangan bawa kartu keluarga orang lain, meskipun liburan sama pasangan orang lain. Eh. ๐Ÿ˜‚ No, hahhahahahah becanda.

6. Lampirkan rekening koran 3 bulan.

Ini sih sudah umum ya. Saya menggunakan print internet banking 3 bulan terakhir Bank BNI beserta fotokopi halaman depan buku rekening (tanpa cap sama sekali dari bank ๐Ÿ˜‰). Namun, karena ibu saya PNS (iya, saya submit punya ibu saya juga), ibu saya tidak perlu memberikan rekening koran namun dilengkapi dengan SURAT KETERANGAN KERJA PNS. Minta tolong ย saja sama bagian tata usaha. ๐Ÿ˜

Kelengkapan dokumen tersebut disusun berurutan yah.

 

P.S : Visa yang saya ajukan adalah visa kunjungan sementara dengan biaya sendiri. Untuk jenis visa yang lain dapat merujuk ke website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di:ย http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html

**************

Dengan gagah berani saya ke kedubes Jepang untuk submit visa. Seperti biasa, rame banget, tapi teratur. Datang jam 10:30, ambil nomor antrean dekat loket dan jangan lupa minta tanda terima di satpam sebanyak jumlah paspor yang kamu submit. dan giliran saya submit visa itu jam 12:00. Saya bawa aplikasi punya saya dan ibu, tanpa membuat surat kuasa (karena 1 keluarga). Tadinya saya mau tidak melampirkan rekening koran karena biaya liburan dibebankan kepada BI (baca : Bank Ibu), tapi setelah saya konsultasi sekian detik sama mbak loket, akhirnya yaudah saya submit saja. Submit visa hari Kamis habis Pilkada, kemudian di tanda terima disebutkan visa diambil hari Selasa (4 hari kerja).
P. S : Visa section Kedubes Jepang beroperasi dari jam 08:30 – 12:00 (pengambilan nomor antrean)

 

Hari Rabu depan, saya kembali lagi ke Kedubes Jepang dan kembali lagi dengan suasana ramai (dan masih tetap teratur). Namun tempo antrean cukup cepat karena hanya proses pengambilan visa saja, tanpa perlu verifikasi data panjang. Saat itu, saya membawa tanda terima serta uang sebesar Rp 660.000 untuk dua orang. Ya,ย applyย visa Jepang itu berbayar untuk non e-paspor holder tapi apabila visanyaย granted. Jadi kalau ditolak, kalian tidak akan bayar sepeser pun. ๐Ÿ™‚

Lama antrean saya sekiranya 45 menit, dan waktu pengambilan visa yaitu dari pukul 13:30 – 15:00 (pengambilan nomor antrean). Dan voila! Visa saya dan ibu sayaย granted! namun visa yang saya dapatkan berbeda, fotonya terlalu di zoom. HAHAHAHAHAHAHAHAH. Nggak peduli, pokoknya SEE YOU SOON, JAPAN!!!

wp-1488165481674.jpg

Mirip Suketi yah??

 

wp-1483754933666.jpg

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s