How to Apply India Visa – for Indonesian

Mujko kyaroon haeee, abhtum meredil haee~

Abaikan saja lirik lagu di atas, I am that bad in linguistic. Hahaahaha.

Jadi, setelah saya post perkiraan budget dan tujuan perjalanan saya di India di sini, sekarang saya mau informasikan cara apply visa India. Bagaimana caranya, mari kita kasak-kusuk !

Setelah browsing sana-sini, ternyata sangat mudah banget  untuk apply visa. Apa saja persyaratannya ?

  1. Kamu harus punya paspor (yaiyalaaaah) yang masih aktif minimal 6 bulan sebelum expired.

    Kalau saran saya sih ya, pas travel ke India-nya, masa berlaku paspor jangan kurang dari 6 bulan (even waktu apply visa masa berlakunya lebih dr 6 bulan), resiko di deportasi sangat besar. Ingat, visa granted tidak menjamin kalian bisa lolos di imigrasi negara destinasi. 😊

  2. Isi aplikasi visa online di sini kemudian diprint, ditandatangani, dan ditempel foto latar putih ukuran 5cm x 5cm (2 in x 2in,

    Sebelum kita datang ke Kedutaan, kita diwajibkan untuk isi data diri di website http://indianvisaonline.gov.in/visa/index.html. Kamu bisa memilih Regular Visa Application atau e-TOURIST VISA (e-TV). Perbedaanya ? Reguler Visa itu dapat stiker visa(dan saya mengoleksinya. 😂) dan lebih murah. E-TV lebih mahal dan visa dikirim via email dan kemudian di print dan dibawa print out tsb saat ke India. Cara mengisi aplikasi tidak susah dan cukup jelas. Siapkan softcopy foto visa kalian karena ada upload foto di aplikasi online tersebut.  Jangan lupa catat nomor aplikasi TEMPORARY yang ada di atas halaman aplikasi online. Temporary number itu berguna apabila suatu saat koneksi atau listrik mati 😂 atau kalian belum ada soft copy foto sehingga mengharuskan login kembali, atau dipanggil bos untuk meeting jauh. 😂 Tapi kalau kalian langsung isi, tidak perlu catat nomor tersebut. Apabila sudah selesai, kalian akan diminta untik download dan print. Ohya, jaga-jaga saja, siapkan 2 buah pas foto yah selain yang ditempel.

  3. Booking-an tiket pesawat PP,

    Inget yah, PP, pergi pulang. VV, vira viru. 😂 Ya alasannya mudah sih untuk menjamin bahwa kalian tidak akan jadi imigran gelap di sana. (di India banget? 😂)

  4. Surat sponsor dari rekan/teman/keluarga di India atau Booking-an hotel/hostel/penginapan selama di India,

    Bagi kalian yang akan mengunjungi India dalam rangka kerja/seminar/kunjungan keluarga atau kolega, kalian harus mencantumkan surat sponsor yang menyatakan kedatangan kalian. Jangan tanya gue karena gue tidak pakai surat  sponsor. 😂 Jangan berkecil hati bagi para pelancong, karena kalian pun bisa mensubmit booking-an penginapan selama di India. So simple, isn’t it? 😉

  5. Rekening koran 3 bulan terakhir,

    Ini biasanya paling penting juga nih. Mereka ingin tau seberapa kuat kekuatan finansial yang kalian miliki untuk membiayai biaya perjalanan kalian selama di India. Jadi jangan sampai kelupaan yah. 😁

  6. Rencana perjalanan selama di India 

    Jangan lupa untuk menampilkan rencana perjalanan kalian beserta tempat menginap di detailsnya. Saya mengadopsi template dari rencana perjalanan Jepang. Contohnya bisa di download di sini.

  7. Uang biaya visa

    Kalau kalian apply visa reguler, jangan lupa membawa uang sebesar 552.000 rupiah, dengan rincian 530.000 rupiah untuk visa fee dan 22.000 rupiah untuk biaya swift transfer karena mereka menggunakan Bank of India. Biaya e-TV sebesar USD 60 dan dibayar menggunakan kartu kredit.

UPDATE! : Ada perubahan biaya visa, dapat dicek di website ini.

****************

Okay, di atas itu sudah persyaratan dokumen-dokumennya. Karena sesuatu hal, saya harus apply visa di hari Selasa. Jujur saja, saya isi aplikasi online hari Senin, jadi sangat terburu-buru. 😂

Jam 9:45 saya tiba di Kedubes India dengan antrean yang kacau. Tidak terlalu ramai, stay cool aja dekat satpam. Nanti kalian satu per satu dipersilahkan masuk. Tas dan handphone dititipkan di pos security. Saya hanya bawa dokumen aplikasi, paspor dan uang. Jam 10.00 giliran saya masuk ke dalam gedung. Jangan lupa ambil nomor antrean dekat loket. Kemudian tinggal nunggu dipanggil. Ohya, waktu saya di sana, kebanyakan diselak masuk ke gedungny. Ada kali 5 orang dengan muka etnis India atau sebangsanya lah. YAELAH. yaudah lah daripada ngedumel.

Menunggu nomor antrean dipanggil, di sana ada 3 loket. Okay, saya dipanggil. Saya menuju ke loket 2 yang berisi bapak India. Dia interview saya seperti ini :

👳 Why don’t you submit e-visa? It’s in the same website. 

👧 I want to have visa sticker on my passport. 

👳 Where are you going? 

👧 Delhi and all around India. 😁

👳 Why do you travel alone? 

👧 Actually I have friend in there and we want to celebrate Holi on 13th March. 

👳 Okay I give you 2 bulan single entry. 

👧 Yay thank you!
Dia ngedumel kenapa ngga pakai E-TV aja karena lebih simple. Hahahahahaahaaa, lebih mahal bruh. 😜😜 kemudian beliau mempersilahkan saya duduk yang nanti akan dipanggil untuk foto dan scan biometrik di loket 3. Tidak menunggu lama, kemudian saya dipanggil di loket 3 dan scan biometrik dan dipersilahkan duduk kembali. Yang terakhir, saya dipanggil kembali untuk ke loket 1 untuk membayar biaya visa sebesar 552.000 rupiah. Saya diberi slip 2 lembar dan tertera tanggal pengambilan visa pada hari Jum’at. Seharusnya 3 hari sudah bisa diambil namun pada hari Kamis kemarin, merupakan hari libur nasional di India, sehingga mereka juga libur.

Jadi urutannya :

Datang ke kedubes >> ambil nomor antrean >> Loket 2 untuk submit aplikasi >> Loket 3 untuk scan biometrik >> Loket 1 untuk pembayaran.

P. S : visa section India embassy buka dari jam 9.00 – 12.00

Dan hari Jum’at kemarin saya kembali untuk ambil paspor. Waktu pengambilan paspor dari pukul 16.00-16.30. Kebayang kan mepet banget. Saya sampai di India pukul 15.37 dan sudah ada sekitar 15 orang di sana. Karena masih belum buka, saya numpang shalat lah di Belanda (asek solat aja jauh amat di Belanda 😂). Jam 15.55 saya kembali ke antrean dan sekali lagi, benar-benar berantakan. Hampir saja saya diselak sama orang berparas Asia Selatan. Heettt enak aje laau. Okay, 16.10 saya masuk gedung kembali dengan penitipan tas dan nggak boleh bawa handphone saya masuk ke gedung yang sama hanya membawa slip berwarna pink bukti bayar. Pas saya masuk, saya diri sebentar dan lihat kondisi dan situasi karena saya pikir untuk ambil pun pakai nomor antrean. TERNYATA TIDAK SAMA SEKALI. Jadi ya nunggu sadar diri aja. Nah, lucunya waktu saya baru masuk dan masih berdiri untuk lihat sikon, saya dipanggil bapak-bapak di loket. Dia bilang sini mbak slipnya, yasudah saya kasih slipnya, kemudian dia mengharuskan saya tulis nama dan nomor telepon. Meanwhile, ada sekitar 12 orang saya selak. ADUH MAAF BANGET BAPAK/IBU/OM/TANTE/ADEK/KAKAK/OMA/OPA. 😂😂😂😂😂😂 Saya stay cool saja sambil cek visa kembali dan kemudian langsung ngibrit. 🏃🏃🏃😂😂😂😂 Rejeki anak sholehah. Wekawekaweka.

Visa has been granted! Yay!

So, my visa is granted! 💃🙌 Can’t barely wait my upcoming trip to Incredible India!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s