Sahabat Abal

Abal-abal memiliki definisi negatif, yaitu palsu atau tidak jelas.

Salam dangdut !

Dari petikan di atas ada hubungannya dengan tulisan ini.

Perkenalkan, nama saya Pandan (bukan nama sebenarnya). Terdengar aneh ? Sama seperti orangnya. πŸ˜‚ Saya ini hanya seorang hamba Allah yang aku mah apa atuh, cuman kilo-kilo (baca : kacung kampret).

Baik, sudah cukup perkenalannya ya, jadi kita sudahi saja tulisan ini. (????) πŸ˜‚πŸ˜‚

Abal, saya menyebutnya Sahabat Abal. Siapa sih mereka ? Mereka itu manusia nggak penting buat kalian, tapi penting buat saya. Jadi begini sejarahnya………

Sewaktu kami muda dan memiliki idealis tinggi (sekarang juga masih), kami berkuliah di Universitas Negeri Depok. Saya, sebagai anak Jakarta, jujur saja masih belum punya teman bermain ketika menginjak bangku perkuliahan (kasihan bangkunya diinjek. :'(). Ada sih beberapa teman SMA dulu, namun ya gitu, berbeda “aliran”Β  (arus saya DC–Disconnected). Namun saya menemukan orang-orang ghaib. Saya ceritakan satu per satu.

1. Sebut saja dia Bekha, begitu teman-temannya memanggilnya. Sampai saat ini saya pun nggak tau apa artinya dan sampai saat inipun saya manggil nama dia, nama aslinya. (sebut aja Pariyem, dia malu sama nama akta kelahirannya. πŸ˜‚) Saya nggak tau kenal dia dari mana, mungkin connected sama kesomplakan otak kali ya. Yaudah tiba-tiba aja nempel kaya upil. Dia ini orang Aceh, kelamaan tinggal di Depok dan masih nyari jodoh orang Aceh. Jadi, kalau ada yang berminat bisa kontak saya di nomor di bawah ini, fee 2.5% dari harta kekayaan kamu ya kalau berhasil. πŸ˜‚ Dia ini orangnya easy going, cenderung santai. Dia dinobatkan sebagai babu karena memang cocok sekali dalam melaksanakan tugas rumah tangga maupun tugas momong anak. Kalau ada yang butuh baby sitter bisa kontak saya. Dia selain jadi baby sitter juga bisa jadi babu. Fee-nya bisa dinego lah. πŸ˜‚ Kegalauan dia hanya satu, jodoh. Ingat, jodoh pasti berlalu kaya gue nunggu bus 63 nggak datang-datang. 😭.Β  Pokoknya dia ibu rumah tangga- soon-to be lah. Silahkan biro jodohnya bisa kontak saya. Hahahahhaa.

2. Mamak Ros, bukan nama sebenarnya (nama aslinya Markonah, lagi-lagi dia malu sama nama aktanya πŸ˜‚), yang saya ingat pertama kali saya merasa “tek-tok” sama beliau ini (saya harus memanggil beliau karena lebih tua dari saya. Hahahaa) adalah saat kuliah Gizi Kuliner. Ketika mau ujian, kita belajar bersama (tentunya sama Bekha juga) dengan metode mengingat, walaupun ingatan kami rapuh semua. Hahahahaha. Hal paling menarik dari pembelajaran ini adalah saat menghafal kuliner dari Daerah Canton (whereas Hong Kong) yang terkenal dengan makanan babik! Anjing! – nya. Tenang ! Kami tidak saling mengumpat atau mencemooh. Hahahahahaah. Sudah, karena hal itu aja, jadi merasa klop. Orang ini memang dewasa, buktinya dia menikah duluan di antara kami berdua. Hahahaha. Punya jiwa keibuan seperti Bekha, namun sangat sembrono.

Begitulah alkisah bagaimana kami berkenalan dan saling kenal. Jujur, kita jarang sekelas, apalagi setelah penjurusan, kami semua berbeda jurusan. Saya jurusan Ulujami, Bekha jurusan Depok, Mak Ros jurusan Cijantung. Ketika lulus kuliah, kita hanya bertemu mungkin setahun sekali (yang kumpul benar-benar bertiga ya, plus 1 atau 2 deh sama lakik dan anaknya si emak. Pernah pawai sirkus bahkan. πŸ˜‚). Karena intensitas pertemuan yang sangat minim ini makanya kami menamakan Sahabat Abal. Ngakunya sahabat, tapi kenapa ketemuan aja setahun sekali, pas lebaran lagi. Hahaha. Tapi jangan terpengaruh dengan nama grupnya, dibalik keabalan ini masing-masing punya kelebihannya (walaupun kekurangannya lebih dominan). Si emak is getting wiser, si Bekha is not shy anymore (with some other guys ;)). Me ? Still stuck with Nico. Hahahahaha.

Saya cuman ingin berterima kasih pada mereka, makanya saya nulis ini. Setiap perasaan down, ingatnya Tuhan (edisi insyaf). Mereka menghiburnya. Kebanyakan sampahnya, but it seriously made my day!

Mudah-mudahan kita tetap berteman hingga anak-anak kita kelak. Walaupun nanti saya di mana, kamu di sono, situ di mari, terima kasih atas teknologi yang selalu mendekatkan kita.

Till death do us part! ❀

P.S : untuk Sahabat Abal saja. Jangan dimasukan ke hati, tapi di mulut aja biar dikunyah.

Advertisements

2 thoughts on “Sahabat Abal

  1. Hahaha lo bahkan masih ingat canton.. tah knapa bisa ketawa kenceng ya.. yg gw aneh kalo udh ketemu lo berdua ketawa kaya ga ada dosa.. yg paling gemblung pas lo di bawah tangga depan akk.. gw turun ketemu doang aja udah bikin ngakak.. apalagi kalo ngobrol.. ish sembronoπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    But hey.. I love youuuuuu bocah gemblunggg😚😚😚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s